Senin, 27 Desember 2010

Sasa Jataka (Cerita Tentang Kelinci)


Pada suatu ketika, Bodhisatta terlahir sebagai seekor kelinci. Ia mempunyai 3 sahabat sejati yaitu seekor monyet, seekor anjing dan seekor berang-berang. Mereka hidup dengan rukun dan damai . Diantara mereka kelincilah yang paling bijaksana.

Mereka selalu berkumpul setiap 10 hari sekali untuk membicarakan hal- hal yang baik. Kelinci yang bijaksana selalu menasehati sahabat-sahabatnya dengan berkata : " Menolong yang lain, memberikan dana, berbuat baik, berbudi luhur dan memperingati Hari-hari Suci."

Pada suatu hari, kelinci sedang melihat bulan sedang purnama lalu berkata :"Sahabat-sahabatku yang baik, besok tepat bulan purnama. marilah kita melaksanakan Ajaran dan berusaha untuk menjadi lebih baik lagi. Apabila ada seseorang yang meminta sesuatu dari kita,berikanlah apa yang kita miliki. Melaksanakan dana dengan Sila adalah perbuatan baik yang amat mulia."

Keesokkan harinya mereka sudah mempersiapkan diri dengan baik, kelinci sudah mempunyai rumput untuk dimakan. Berang-berang mempunyai beberapa ekor ikan, yang ditemukan tergeletak di tanah. Monyet mempunyai sebuah mangga manis. Anjing hutan mempunyai beberapa potongan ikan kering dan labu.

Pada saat bulan purnama itu kelinci dengan penuh ketulusan hati bertekad apabila ada seseorang yang datang kepadanya mencari makanan dengan senang hati ia akan memberikan dagingnya sendiri.
Apabila ada seseorang yang mempunyai tekad suci yang amat besar di dunia ini, maka tempat duduk Dewa Sakka, Raja para dewa, akan terasa panas. Pada hari yang istemewa itu tempat duduk Dewa Sakka terasa panas karena kekuatan tekad suci kelinci itu. Dewa Sakka melihat kedunia dan ia mengerti mengapa tempat duduknya terasa panas.
Kemudian untuk menguji tekat kelinci tersebut Dewa Sakka merubah dirinya menjadi seorang brahmana dan menghampiri mereka bertiga.

Pertama Beliau menghampiri berang-berang dan duduk di hahapan berang-berang, berang berang lalu memberikan ikan miliknya tetapi Dewa sakka menolak pembelian berang-berang. Kemudian Dewa Sakka menghampiri anjing hutan dan monyet yang ingin memberikan apa yang mereka miliki kepada Dewa Sakka, tetapi Beliau menolaknya dan mengucapkan terima kasih. Lalu Beliau meminta sesuatu dari kelinci tersebut, sang kelinci menyuruh teman-temannya untuk mengumpulkan ranting-ranting dan membuat api. Dengan kesaktiannya Dewa Sakka membuat kobaran api yang menyala, lalu sang kelinci melompat kedalam kobaran api tersebut. Keajaiban terjadi, kelinci tersebut tidak terbakar, Dewa Sakka dengan kesaktiannya mengambil
kelinci itu dengan tangannya sendiri dan menyelamatkan hidupnya.

Untuk mengenang pengorbanan suci kelinci itu keseluruh dunia, Dewa Sakka menggambar bentuk kelinci di bulan.
Setelah memcapai Penerangan Sempurna, Sang Buddha berkata :
"Melihat seseorang datang kepadaKU untuk mencari dana, Aku mempersembahkan hidupKu. Dalam persembahan ini tidak ada yang menandinginKU. Inilah penyempurnaan Dana ParamitaKU

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...